Tuesday, December 30, 2008

Tuan Tuan

Ach Tuan-Tuan

Kadang kumerasa tinggi hati

Merasa berarti

Hingga harus dimata-matai

Dengan seribu satu strategi

Yang hanya membuatku tersenyum geli

Ach Tuan apa yang kalian cari..????

Tuan tuan

Tidak bosankah menikam dari belakang

Menabur angin manui badai

Menggali lobang jatuh sendiri

Sedang jalan terang lebih tenang

Mengapa memilih lorong gelap pengap lewat belakang

Tuan tuan

Di depan bak menating minyak penuh

Di belakang seolah gemuruh siap membunuh

Mengejar pundi supaya penuh

Tak segan bergaduh membuat rusuh

Adakah jiwa kalian disinggahi teduh?

Ach Tuan Tuan

Tapi punggung ini terlalu lurus

Pantang merunduk

Kecuali untuk rukuk

Pantang berlutut

Kecuali untuk sujud

Mungkin kalian kian merutuk

Tetap tak ada alasan untuk tunduk

Apalagi ikut dalam permainan busuk

hormat itu pada yang taat

memegang jujur di kata benar

tak kenal silat kata berputar

tak gentar meski tersingkir

kini salahlah hormat enggan tertambat?

*** office on office, dedicate to Tuan Tuan yang pernah mengancamku :D ***

*** hari ini aku baru tahu tingkah polah baru, yang membuat terheran-heran geleng2 kepala***

Bunda

Bunda
Maafkan aku
Hingga kini, aku tak mampu
Wujudkan mimpimu
Melihat cahaya di mata-ku


***
Gerimis subuh hantar minibus itu melaju, tinggalkan kotaku yang masih kelam dan basah, fajarpun masih bergelung di balik timur, dingin memberi salam dengan tusukannya yang tajam, dan aku kian terpejam terbayang seraut wajah penuh cinta menatapku sendu, terngiang satu kalimat yang kemarin petang yang seolah menyisir habis seluruh relung ruang di hatiku. Kurasakan tubuhku berguncang, ini bukan gelombang, tapi bumi jiwaku bergoyang. Oh Bunda... akukah.???? Penyebab genangan risau di matamu???.

Teringatku akan harapan sederhanamu yang terucap saat tangan tangan kasihmu menyentuh damaikan gemuruh di jiwaku dulu ” Aku hanya ingin melihat cahaya di matamu Nak...”

Minibus abu-abu kian melaju, meliuk di tiap tiap kelokan jalan di antara Merapi dan Singgalang yang masih samar di balik remang. Aku kian larut dalam pikiran yang melayang gamang, satu kalimat yang slalu kepegang berdentang dari detak lubuk hati
” aku ingin melihat orang-orang yang kucintai bahagia ”dan kini ku tak tahu bagaimana caranya....
*
*
*

* Jika memandang dengan cinta setiap kekurangan akan terlihat sebagai sesuatu yang sudah seharusnya ada, i just wanna say I Luv U Mom....*

*** Subuh Tadi di sepanjang jalan PYK-BKTTGG-PDPJ-PDPR-LA-PDG***

Wednesday, December 24, 2008

Kotamu ( II )

Kotamu
dendangkan suara
yang membuat jiwaku tersenyum


*** Pdg, 24 Dec 08 ***

Saturday, December 20, 2008

Embun ( II)

embun
kurindu
menyentuh kemilaumu
di helai rerumputan hijau
bak tamburan manik-manik kecil di awal hari
menambah indah senyum bumi
menyambut terbitnya mentari pagi.


*** teringat pepatah minang lama " basah disiram ambun pagi, masiak disinga paneh patang " yang membuat saya dulu sering bertanya tanya apa artinya?.


Thursday, December 18, 2008

Suasana hati

ah……

Ya Allah Engkaulah pemilik hati

Perliharalah hatiku agar senantiasa berserah padaMU

Kuatkan hatiku melawan gelisah yang datang menggodaku

Teduhkan hatiku saat panasnya resah mengelilingiku



” tak ada yang akan terjadi tanpa izinMU”

” tak ada yang tak mungkin bagiMU”

Dan perkenankan aku memohon.....

Hapus segala keraguan dihatiku

Hiasi hatiku dengan sejuknya kedamaian saat detik detik waktu ini kulewati





Jangan biarkan hati ini tertutup debu hitamnya dosa

Hingga tak terhalang untuk temukan kepingan hikmah yang telah Engkau tebar disetiap peristiwa.

Jangan biarkan aku terbuai dalam ayunan kelalaian

Hingga lupa bersiap bekal perjumpaan denganMU



*

*

*

***No one hears me cry...(cited)***



”Separuh hati” jika melakukan hal dengan separuh hati maka hasilnya akan kacau balau, begitu pula hari ini, sejak boss meminta saya harus ke Jakarta dua hari lalu, jujur saya setengah hati, entah dari mana ada rasa risau dan gelisah keberatan yang tersimpan di hati untuk pergi. Ada rasa berat padahal ini hanya untuk dua hari, sabtu siang saya sudah kembali ke Padang, jika ini bukan untuk perampungan bahan regulasi yang membuat saya sering kerja kejar tayang, mungkin keberatan saya itu bisa diterima. Tapi project ini sedang tahap tahap persiapan penyelesaian, beberapa bulan lagi akan selesai di Provinsi ini, sesuai dengan yang tertera dikontrak.



“ Mbak ingat aja kalo nanti di Jakarta bakal dapat Maryamah Karpov, biar enjoy” kata mbak Lia menghibur saya, saat saya ungkapkan kerisauan saya kemarin. Ada gelisah yang tak bisa diterjemahkan menghantui saya sejak kemarin itu. Semalampun saya kurang tidur, rasanya pikiran pecah belah keberbagai tempat, tidak menyatu ditempatnya. Benarkah ini saja yang menganggu pikiran saya, sejak semalam sayapun bingung. Ataukah campuran berbagai hal yang saling terkait, entahlah…..



Suasana hati yang tak enak, keputusan yang setengah hati ternyata menghadrikan banyak halangan hari ini pesawat delay, satu jadwal telah lewat. Berharap jadwal yang terpenting besok tidak ikut lewat.



Ya Allah tenangkanlah hatiku……Amin…
*
*
*

Tuesday, December 16, 2008

esok


Esok
kan kejenguk kota itu
sejenak
kan kusibak
jejak jejak dulu
tertinggal di sudut sudut kota
masihkah?
kan kucium aroma masa lalu
yang mungkin telah lama tersapu tetesan hujan

tapi...
di hatiku jejak itu tetap bertahan...

*** Padang, 17 December 2008*** I>>>>> Maryamah Karpov...nggak sabar pengen bacanya...***





Friday, December 12, 2008

Titian Pelangi Penaut Hati


Pelangi telah melengkung
titian warna penaut hati
dua budaya di satu asa
menyatu diikrar cinta

Titian pelangi penaut hati
lintasi daratan hubungkan lautan
warna warni berkilauan
di langit doa pengharapan

***

Padang, 13 December 2008. dedicate to dua sepupu laki-laki yang serentak menikah... ( lucu juga sih kompak2an kali ya....) satu menikahi gadis banjar di kalimantan sana, yang satu bertemu gadis sekampung di pulau jawa ( dulu di sini nggak pernah jumpa ya... hihih lucu)....
Selamat Menempuh Hidup Baru........



Thursday, December 11, 2008

Mata itu



Mata bercahaya lembut

Di seraut wajah berseri

.... adakah arti ..?



Mata teduh

Cairkan beku

Titik jenuh

Luruh

Bersimpuh

.....tak tersentuh....



Mata rindu

Mengintip sendu

Di sudut bisu

.... mimpi itu kian meninggi....




*** Padang, 12 December 2008***

kemarin terasa sangat aneh, suasana hati yang tak mampu digambarkan, hari ini terasa berbeda, Hmmm mungkin karena setiap detik bermakna hingga terasa tak sama, kadang resah terkadang indah, sempit dan lapang silih berganti datang dan pergi. Roda itu selalu berputar.... Hidup bukan untuk ditakuti tapi untuk dijalani, so jalani sajalah Ur!!!!.

*
*
*

Wednesday, December 03, 2008

Rangkaian Melati

Rangkaian melati, tersusun indah di jambangan-jambangan ruangan besar itu, karpet merah bercorak bintink- bintik kuning hijau halus membungkus seluruh rantai ruangan. Furniture kayu mewah menghiasi seisi ruangan. Dinding berlapis kayu coklat menambah kesan megah ruang itu, ya sebuah ruang tunggu……

Sejam sudah waktu berlalu, pintu kayu itu tak kunjung jua terbuka, pertemuan penting mungkin sedang digelar di sana, sementara di ruang ini wajah wajah disekeliling terlihat mulai resah, dan mulai sibuk ramai dengan perbincangan yang tak lagi kumengerti, aroma rangkaain melati itu telah menarik mata dan hatiku untuk tak lagi peduli ucapan ucapan yang kadang bertentangan dengan nurani, rangkain melati yang berada tepat disampingku berpadu daun daun palm dan ranting ranting hijau yang tak kukenal namanya menyelam dalam air bening di jambangan kaca.

Biarlah…. biarkan saja apa kata mereka, tak usahlah aku ikut menyimaknya yang hanya akan membuat rasaku terluka, sungguh aku tak rela negeri ini dicerca....biar kunikmati aroma bunga yang segarkan jiwaku, Aroma putih bunga melati perlambang putih suci ketulusan negeri ini, yang mungkin saja saat ini masih tertutup awan awan sengketa. Tapi esok awan itu akan luruh bersama hujan berkah sehingga mentari leluasa bersinar di langit yang telah bersih. Saat itu ada meski entah pabila…….

Terima kasih rangkain melati, engkau hibur aku saat sendu itu menjengukku. I Like so Much...


** pengalaman menunggu di ruang itu, hmmm siapakah perangkai melati di ruang itu? **

Thursday, November 27, 2008

My Brother and Me


Happy Birthday Bro...
Met Ultah.. Uda...
28 November 2008
30 Years old, Now.

tak terasa begitu begitu cepat waktu berlalu. serasa masih kemarin kami masih kecil-kecil, seperti foto di atas, mungkin saat itu usia saya masih lima atau enam tahun, masih sedang asyik-asyiknya menikmati masa kanak-kanak yang ceria. hari ini kakak saya sudah genap berusia tiga puluh tahun.

" sepasang anak balam " begitu orang kampung menjuluki kami, sepasang kakak beradik, satu laki laki dan satu perempuan, seperti umumnya anak burung balam yang juga cuma sepasang.

*** Happy Birrthday Bro.......***

Sunday, November 23, 2008

Senja ( yang ke-sekian)


Senja
dengan wajahmu yang kemerah-merahan
dengan sinarmu yang meredup di ufuk barat
temani aku mengadu PadaNYA
tentang sesak yang menghimpit dada
tentang gundah yang tak terbaca

Senja...
sungguh ku malu dihadapNYA
yang sering saja " Aku masih Berduka "








Thursday, November 20, 2008

malam

malam ini
aku ingin berbaring
di padang rumput yang luas
agar tenang kupandang bintang
yang tak jemu tersenyum cemerlang

agar hati ini tenang


**** hari ini penuh kecerobohan*****


Tuesday, November 18, 2008

Saturday, November 15, 2008

angin dan lautan

duhai angin...
bawa aku kelautan
seperti kau layarkan biduk-biduk kecil itu dilautan
seperti engkau hantarkan kapal-kapal raksasa itu menembus rintangan
seperti engkau kibarkan layar kayar itu menghadang riak gelombang garang
seperti engkau seberangkan harapan ke pulau impian

duhai lautan
ceritakan padaku tentang kisahmu
tentang seribu satu perjuangan di permukaanmu
tentang keberhasilan menaklukanmu
ataukah yang terhempas dan karam dipelukmu
menghilang dialammu

sebelum aku digulung waktu
izinkan kusentuh kesejukan berangin ombak lautan

Pdg. 15 Nov 2008. pantai itu selalu memikat renunganku...

**
*
*

Friday, November 14, 2008

Beku

hari ini saya benar benar merasa seakan beku, ketiga AC di ruangan ini dinyalakan dengan angka terendah. Dingin sekali, serasa dalam kulkas, entahlah saya tidak terlalu menyukai AC,( mungkin kampungan, tapi saya bangga jadi anak kampung :D) menurut saya dingin AC itu aneh, sedangkan ketika saya berada dalam cuaca alam yang dingin saya tidak merasa aneh ( hmm dingin yang alami, I love it so much.

Hari ini saya lebih banyak keluar masuk ruangan menghindari rasa beku dan kaku, malah air di kamar kecil serasa lebih hangat dari ruangan ini. Tamu-tamu itu nampaknya benar-benar ingin membuat ruangan ini seperti musim dingin di negaranya. " I don't feel Cold" kata Big B, membuat saya tak bisa berkomentar apa-apa lagi. dan hari ini sepertinya saya salah kostum, saya tidak memakai blazer berhubung hari jum'at, tidak disangka ruangan akan sedingin ini, mungkin nanti-nanti saya harus menyiapkan baju hangat cadangan di lemari buat berjaga-jaga. Dingin...!!!!

*
*
*

Tuesday, November 11, 2008

sebait kata

Untaian kata indah tak bermakna

Puisi puisi syahdu mendayu seakan lalu

Taburan bahasa cinta hampa

Tak ada getar

Tiada debar

Mengambang dan terbuang

sedangkan......

Yang kunanti hanyalah ’ sebait kata darimu”


pdg, Nove,2008

Monday, November 10, 2008

Pagi ini..


Pagi ini
aku ingin melihat pelangi

Bila tidak di mata
cukuplah melengkung di matahati.


*** Laskar Pelangi... pengen nontonnya ***

Sunday, November 09, 2008

Jenuh


J
E
N
U
H

semoga jenuh itu luruh...


*
*
*

Tuesday, November 04, 2008

Hujan di kotaku



Hujan di kotaku
aliran aliran bening berkejaran di balik kaca
menetes mengalir menyusup tanah tanah basah
mengembunkan hawa dingin yang mengepungku
dan pantai itu kulihat kelabu....

hujan itu kian deras
air-air bening menggenang di sudut sudut jalan
anak-anak kecil berlarian di antara genangan
rinaikah yang mengajak mereka tersenyum?

kakiku mulai basah
tergoda rintik yang menarik kaki melangkah
Duhai hujan basuhlah segala lelah
kutahu engkau membawa berkah





*** akhirnya sempat juga berhujan-hujan ria.. nggak sengaja but I love it"

Monday, November 03, 2008

I-II-III


I

Bunda…

Ampuni anakmu
Bukan enggan badan berjunjungan
Hati terkunci pada bayangan

Pdg, Nov 2008.
*
*
*
II

Bayangan Tak Bernama

Kusimpan kau di ruang cinta
Berharap esok hari kau kan tiba
Menuliskan satu nama

Jkt. June 22, 2006 (Source: my private blog)
*
*
*
III

Bunda
di teduh matamu
selalu kulihat cinta
yang tak akan pernah tergantikan


Pdg, Nov 2008
*
*
*

Friday, October 31, 2008

Di titik labil emosi

di titik ini
kutahan langkah
kuredam amarah
agar tak salah
agar tak tumpah

di titik ini
dirayu tangis
digoda resah
yang hendak ruah
terlalu mudah

di titik ini
emosi berlari
menggapai puncak ego diri
lupakan kata berhati- hati
berakhir sesal sesakkan dada

di titik ini
rabalah hati
bersihkan lagi
pagarlah diri
kuatkan langkah teruskan mimpi
karena di titik ini tak boleh lama lama berhenti


***
PMS kah?? may be....
Uni Meiy Puisi dg bunga melatinya yo bana BONEH, jadi terinspirasi...
***padang, 31 /10/2008****

Thursday, October 30, 2008

Malam


Malam
datang mengganti siang
terang disambut gelap
saling menyambut
saling berpaut

dan aku pun larut
dalam hati yang kalut


kurindu sujud

*
*
*
Nggak tahu harus nulis apa, hari ini benar benar full of trouble.

Wednesday, October 22, 2008

Ombak



Riak ombak menepi
di teluk sepi
menanti pelangi
lengkung cahaya matahari

Thursday, October 16, 2008

Ketika nelayan itu pulang.

Pagi...
kupandangi pesisir berlaut lepas
biduk-biduk kecil nelayan bergerak pelan menuju tepian
sisa-sisa hujan semalam masih berjejak di atas awan
nelayan-nelayan itu telah kembali, meski semalam mungkin menghadang badai
memecah ombak di bawah hujan, di bawah langit berhias mendung
tapi niat tekad tak pernah urung, meski nyawa harus bersabung.

Pagi ini
nelayan-nelayan itu pulang
adakah senyuman syukur akan rekah di raut-raut wajah yang telah lelah?
ketika tangkapan melimpah ruah
adakah hati yang lapang berpasrah tabah?
ketika jala semalam ikan-ikan enggan singgah

Pagi ini
kupandangi saja biduk-biduk itu kembali
setiap biduk dengan setiap cerita
yang bagiku masih misteri

** Pagi di Pantai Padang " 17 October 2008

*** Sebelum magrib kemarin saya injakkan kaki di atas ombak di bawah rinai ketika nelayan-nalayan itu menjauh dengan lentera yang mulai memutih bersama hari yang kian kelam.. pagi ini mereka kembali singgah dalam tatapan selayang pandang.....****
*

*
*

Tuesday, October 14, 2008

Kejar Tayang

Malam ini saya bertahan di depan PC. overtime...!! document-document ini harus segera dikirim malam ini deadline jam 00:00 wib karena harus digunakan di negara Asal document ini besok pagi dan mengingat juga adanya perbedaan waktu, mau tidak mau harus malam ini selesai. Selama ini saya tidak merasa was-was jika lembur, tapi kali ini berbeda saya tidak lembur sendiri teman-teman lain juga lembur menyelesaikan tugas ini. Ada rasa was-was semoga semua kuat dan tidak ada yang ambruk.
Makasih Mbak HeLmin di Jakarta filenya sudah dikirim, Mbak Ida di Jogya, I m nothing without your assistance and guidance. Nouji, translator freelance, matamu dah bengkak Dek, tapi kita harus selesaikan malam ini ya, Semangat!!!... Makasih Uda Denny, filenya harus dipisah-pisah agar bisa dikirim, I trust your expertise to handle it.
Hmmm dipikir-pikir benar juga nasehat Etek yang sering saya rasa lumayan cerewet yang sering protes jika saya pulang malam karena lembur. Mungkin memang orang lain yang lebih risau akan keadaan kita, karena cendrung diabaikan oleh diri sendiri.seperti yang saya rasakan saat ini, ternyata saya risau dengan kawan-kawan yang ikut lembur, sementara saya tak pernah merasa risau jika harus lembur sendiri " Jangan tenggelamkan diri hanya pada pekerjaan saja, lihatlah tak ada perhatian sedikitpun kepada hal lain" hmmm ada benarnya juga kata Etek, Padahal Etek juga tak pernah tahu, saya bukan tipe yang selalu ingin bekerja terikat di luar rumah, Saya dulu punya mimpi punya rumah, yang bisa disebut tempat" RumahKu, Sekolahku, Kantorku, Galeriku, Pustakaku, CintaKU, Istanaku, SurgaKu" Home is everything lah....

Friday, October 10, 2008

Kotamu

kotamu
selalu kulihat dari layar-layar yang memikat mataku

kotamu
selalu kudengar dari suara-suara yang tiba-tiba ada di ruang dengarku

kotamu
selalu tertera dalam lembaran-lembaran yang terbaca tiada sengaja

Kotamu
selalu riang dalam ruangku yang bertabir sunyi

kotamu
selalu hidup dalam rinduku yang tak pernah usai.


" Coastal Area of Sumatera, 11 October 1008 "

Wednesday, October 08, 2008

Sekolah Dasar


sekolahku dulu
tempat mengeja huruf hingga lancar membaca
tempat mengenal angka hingga pandai berhitung
tempat bermain bersama kawan-kawan dengan riang
tempat memulai mimpi tentang hari ini dan nanti
tempat pertama kali kutuliskan puisi ' Aku Cinta Negeri Ini "

Sekolah itu, di ujung paling atas kampung di tepian bukit Kanduang lereng Gunung Sago, yang agak terpencil dari rumah-rumah masyarakat sehingga puas mata memandang panorama alam sejauh mata sanggup menatap. Hanya bukit barisan yang seakan tampak mengelilingi menjadi pembatas pandang.

Di sini dulu mengenal arti persahabatan, 19 kawan sekelas, masih teringat jelas dalam ingatan, sahabat-sahabat yang kini telah jarang ditemui,garis hidup dan perjalanan waktu membuat perjumpaan serasa hal yang sulit dibayangkan.

Di sini dulu, masa kanak-kanak mencapai puncak jayanya. masa penuh keceriaan, penuh permainan, penuh tawa canda" dunia ini milik kita, milik anak-anak dengan berjuta mimpi dan cita-cita". cita-cita yang membuat kami saling berlomba menggapai untaian bintang yang selalu mengantung indah di angkasa desa. bintang-bintang yang selalu menarik hati untuk selalu dipandangi pada setiap kehadirannya.


Di sini dulu, selalu kuhirup udara Pagi pegunungan yang sejuk menusuk, bersama embun bening yang berkilau indah di rerumputan diterpa Cahaya Mentari Pagi yang mulai meninggi dari balik Bukit Barisan.

Di sani dulu, jemari-jemari lentik menari bersama gemulai liukan angin, suara-suara merdu kanak-kanak tingkah-bertingkah dengan iringan melodi alam. puisi -puisi lantang menggema di hamparan sawah yang berjenjang. Dan awan tiada enggan untuk merendah turun menyelimuti bunga bunga harapan di hati kanak-kanak yang sedang ranum.


****
**
*
(Pic ini diambil pas sore hari 1 syawal, saya dan mbak Lia serta sepupu dan seorang adik lagi main ke sini. berfoto-foto ria.)

*
*
* Hari ini*
meja kantor serasa kapal pecah, tumpukan pekerjaan berkejaran minta diselesaikan. agar hati tak ikut seperti kapal pecah, alangkah indahnya mencuri waktu memandangi pic-pic ini dan menuliskan goresan pelepas lelah"

" Do you have planning on Saturday, Uri?, if not. over time yaa, not holiday!!!"'
" Hmmmm,"
" accounting report must be submitted next week"
" hmmmmmm, o..........................................k.... Sir.. "
*
*
*

Monday, October 06, 2008

Gerimis pagi


Gerimis
jatuh membasahi tanah yang telah basah sejak semalam
kucintai hujan yang selalu memberi kehidupan
yang tiada jemu hadirkan kesejukan
tapi mengapa pagi ini terasa berlainan
apa gerangan yang mengusik kebiasaan?

ada sudut hati yang teriris
larut dalam angan yang jatuh kelubuk renungan
mengapa ada ruang yang berduka
sedang aku tak punya alasan untuk menangis
mengapa ada resah berbaur gundah
sedang aku tak punya sebab untuk berkeluh kesah

gerimis ini
membasahi ruang ruang lain di hati ini
ruang selalu menyimpan mimpi-mimpi
yang tak hendak terlepaskan
meski dindingnya telah sering porak poranda

gerimis pagi
basahi saja jiwaku
yang entah kenapa, pagi ini tertawan duka

" Mengapa Aku sedih???"

*
*
*
*
*



Thursday, September 25, 2008

malam itu


Apakah engkau mencari malam itu?
seperti aku menunggunya
Apakah engkau telah bertemu dengannya?
sedang aku terlewat dalam pejam yang nyata

Ataukah ia tlah berlalu?
meninggalkanku yang merindu


"Entahlah.. Mengapa Hati ini cemas ketika Ramadhan berkemas pergi....."
" Adakah mungkin setahun lagi ruh ini masih menempati raga ini?"


senja

senja
ajakku mengeja
setiap rasa
tak terucap kata
*
*
*

Monday, September 22, 2008

Home Alone

Jam kantor telah membolehkan pulang tapi malas beranjak pulang. No body at home, Ya..selama di padang saya tinggal di rumah Etek. Tapi sering saya ditinggal sendiri, Etek dan keluarga lebih suka pulang dan tinggal di rumah baru mereka di Payakumbuh apalagi sejak mendapatkan new baby. hari kerja Pak etek yang cukup fleksibel juga sangat mendukung untuk tidak sering tinggal di Padang.

Untunglah ini komplek perumahan asrama yang sering juga dianggap Sarang Singa di pinggir pantai Padang, hingga relatif lebih aman dan tidak terlalu menakutkan meski harus sendiri walau jika terbangun kadang ada juga perasaan ngeri.(I am scare).Jarak antara rumah yang rapat dan tidak terlalu luas serta tetangga yang baik dan ramah juga cukup mengobati rasa hati.

Rumah ini tidak jauh dari kantor dengan berjalan kaki hanya butuh beberapa menit saja, benar-benar sangat dekat, hingga hal ini mengurungkan niat yang kadang-kadang timbul untuk ngekost saja. lagi pula kontrak kerja di Padang hanya setahun rasanya juga nanggung. Dulu sewaktu saya memutuskan pulang dari Jakarta, tak pernah terbayang saya akan kembali bekerja untuk pihak asing yang menangani bencana lagi, tapi nasib berkata lain, sesuatu yang tak pernah terpikir menghampiri kota ini.( hidup adalah misteri, jadi jalani dan nikmati setiap kejutannya,pahit jadikan obat, manis adalah nikmat)

Nomaden, sering juga saya lakukan, tapi sayang rumah sodara-sodara, yang lain relatif jauh dari tempat kerja, Nebeng tempat sepupu juga sering,.But to day So just enjoy Home Alone. Menikmati debur ombak dari teras rumah, menikmati mentari yang menyentuh laut kala senja hendak berganti malam. nikmati gemuruh debur ombak saat sunyi telah merajai malam.

Thursday, September 18, 2008

Mengambarkan diri. ( NARSIS MODE:ON )

Iseng pagi ini saya dapat forwardtan dari Mbak Elda isinya:

"FWD: gambarkan aku dengan 1 kata. hanya 1 kata. kirim jawabannya padaku lalu kirim pesan ini ke teman2mu dan lihat jawaban aneh dan mengagumkan tentangmu. bales ya, karena ini sangat seru."

Karena rasanya seru saya juga forward ke teman teman di list YM jawaban beragam tapi seru. Ini saya copy paste dari tanggapan teman-teman di list.


1. Pemalu :D
2. Rajin
3. pemerhati
4. perasa
5. penyambung
6. friendly
7. baiak
8. cerewet
9. cerdik....
10. 1 kata ttg mu: baik
11. seperti kertas putih ( Ini bukan satu kata)
12. setia
13. pipit
14. sederhana
15. Baek
16. imut2

next apalagi ya.....?????

just for happy fun...

( Hmmm ada yang protes, saya malas ngedit tulisan :D)


Padang, 10:51 Am 19 September 2008

Tuesday, September 16, 2008

Curhat Panjang Kisah Semalam





“ Bubar wak lah Uni “
“ Bubar??... apo tuh Bubar?”
“ Buka Bareng Uni.. Iih Uni ko indak tau.”
” Ooooo.. Bubas tuh ”
’’ iyo Ni.. awak awak sajo uni, Ii, Suci sadang siko kini ni, kami sadang rami”
” ondeh lamaknyo rami lai, Uni sorang sorang di Muaro, adih .. di ma wak bukonyo? ”
“ tasarah uni lah.... di ma rancak ?”
“ yee.. kok tasarah uni.. Vi jo Ii nio di ma?”
“(rada ribut)..... Uni kecek Ii nyo taragak di KFC,”

Ini percakapan saya dengan adik sepupu beberapa hari yang lalu via telpon, akhirnya kemarin kami bisa juga mengadakan buka bareng, meski tak seperti yang direncanakan dan terdapat hal- hal di luar prediksi Alhamdulillah berjalan lancar.


Ada dua sepupu saya dari pihak Ayah yang sekarang sedang kuliah di Padang, yang satu sudah tingkat tiga di IAIN, yang satu lagi si bungsu masih mahasiswa baru di UNAND, jadi dia baru dua minggu jadi anak kost di Padang ( hmm baa rasanyo diak ??). satu lagi sodara saya yang juga baru jadi mahasiswa baru di IAIN.




Karena permintaan si Bungsu ingin bubarnya di KFC, saya langsung setuju, meski sebenarnya saya tidak begitu menyukai makanan cepat saji, saya menyukai masakan ala kampung, terutama yang dimasak Ibunda. tapi sekarang saya harus belajar menjadi seorang kakak, harus bisa menghargai permintaan seorang adik dan mengalah sepanjang permintaan itu wajar. Saya senang punya kesempatan menjadi seorang kakak saat ini, alangkah inginnya dulu saya mempunyai seorang adik, hingga sewaktu kecil saya sering dibodoh-bodohi orang sekampung yang mengatakan adik itu bisa dibeli di tempat Ibu Bidan, akibatnya saya yang masih kecil pergi sendiri ke tempat Ibu Bidan ingin membeli adik, Ibu Bidannya juga malah mengikuti apa kehendak saya, masih teringat dan terbayang bagaimana dia membukakan lemari obat-obatan dan mengatakan adiknya sudah habis, jadi saya tak bisa punya adik ( lelucon yang jika dingat,malunya masih terasa, jika diukur sekarang betapa bodohnya saya dulu, tapi tentu tidak begitu jika diukur dari nalar anak kecil yang belum sekolah saat itu). Meski tak ada adik kandung saya sangat bersyukur sekarang diberi kesempatan menjadi kakak dari adik adik sepupu saya.

Sesuai rencana, kami akan bubar di KFC yang ada di PA karena menurut Dhevie tempatnya tidak seramai yang di dekat Ambacang, Saya langsung dari tempat kerja dan mereka dari kost. Saya sampai di sana sekitar jam setengah enam, saya sampai lebih awal, sambil menunggu saya lewat di depan KFC itu, saya telah melihat beberapa orang duduk di sana menunggu waktu berbuka dan masih banyak kursi yang kosong, dalam hati waktu itu saya hanya berfikir orang-orang itu begitu berniat buka, masih lama sudah duduk disana, ya di Padang waktu magrib sekitar 6:30 jadi masih satu jam lagi. Saya memutuskan menunggu adik adik saya sambil melihat-lihat di lantai dasar. Akhirnya saya dapat telpon Dhevi memberi tahu kalo mereka sudah sampai di Pasaraya sebentar lagi akan pergi ke PA dan plus minta ” Uni bookinglah dulu tampek di KFC tuh, beko panuah urang rami, Asa patang buko di situ rami juo keceknyo”.

Saya mengikuti saran adik dan lansung ke sana, ternyata semua kursi di sana sudah terisi, saya tercengang padahal baru beberapa menit yang lalu saya lewat di depannya dan masih banyak kursi yang kosong, waktu saya menanyakan masih adakah kursi yang kosong untuk empat orang, ternyata sudah tidak ada. Ternyata pikiran pertama tadi tentang orang-orang yang telah duduk di sana salah.

Saya telpon sepupu memberi tahu hal itu,akhirnya kami memutuskan buka puasa di Taman Imam Bonjol saja di sana ada pasar Pabukoan, pasar kaget selama ramadhan. Di sana saya lihat wajah adik adik yang sepertinya bingung mau buka puasa di mana, sambil bercanda kami berfoto-foto ria “inilah wajah-wajah adik-adikku yang kecewa “ . Ternyata banyak orang yang berbuka puasa di taman itu, seperti tempat picnic keluarga duduk di atas tikar yang telah disediakn oleh beberapa penjual di sana. Pas Azan suasana terasa nikmat dengan empat gelas teh poci becampur cincau, kami duduk di bangku taman di bawah pohon beringin. Selepas itu kami sholat di Mesjid Taqwa Mumahammadiyah pusat kota Padang yang tidak jauh dari Taman Iman Bonjol. Mungkin inilah hikmah kenapa tempat di PA penuh agar kami bisa sholat dulu dan kemudian baru makan dengan tenang tidak terburu-buru mengejar waktu sholat magrib.




KFC Ambacang, tempat yang awalnya dielakkan menjadi tempat makan kami, sudah banyak kursi yang kosong, karena orang yang berbuka sesi pertama telah selesai. Akhirnya kami makan dengan tenang dan keinginan si Bungsu terpenuhi meski awalnya sempat terancam batal, saya kenal watak si bungsu Ii, jarang meminta, tapi sekali meminta berarti itu adalah keinginannya sungguh-sungguh. Dia hanya akan diam dan tidak banyak protes jika keinginannya tak terpenuhi.

Selesai makan semua terlihat kenyang, makanan cepat saji memang bikin cepat neg, mencoba itu perlu sebagai perbandingan saja kalo ternyata makanan yang diracik sendiri itu lebih enak.


Pulangnya kami harus misah, awalnya saya kira Ii akan ikut di kost Devi ternyata ia punya kelas pagi harinya, katanya ini pertama kalinya dia pulang malam. Saya sangat cemas, inikah yang dirasakan oleh ibu saya dulu, saat Beliau tidak mengijinkan saya untuk melanjutkan pendidikan di pulau jawa selepas dari SMA, cemas melepas gadis remaja cangung seorang diri di kota besar yang jauh dari keluarga.( Maafkan anakmu Bunda, dulu mungkin saya tak mengerti akan arti kekhawatiran itu). Jika Ii bukan anak baru dan ini bukan pertama kali baginya mungkin saya tak akan merasa cemas dia pulang naik angkot sendiri ke kostsannya di sekitar Kampus Unand. Tapi dia baru dua minggu tinggal di Padang, dan dia juga bukan Dhevi yang sedikit-sedikit bisa juga beladiri. Saya hanya bisa berdoa dalam hati ” Ya Allah lindungi adikku” sambil menepis pikiran-pikiran kekhawatiran di kepala. Saya pesan jika sudah sampai tolong kirim SMS. Alhamdulillah saya sangat lega ketika mendapat SMS darinya setelah dia sampai.

Saya menginap di tempat Dhevi karena saya janji padanya akan membantu membuat file presentasi power point. Habis tarawih sendiri-sendiri dengan mata lima watt saya membantu dhevie membuat tugasnya. Jika masalah tugas dan pelajaran, mungkin saya tidak mau asal memenuhi keinginan seorang adik, saya ingin mereka bisa mengerjakan sendiri dan mampu membuat dan mengerti hingga pengetahuan itu berguna bagi mereka nantinya, meski itu akan meminta waktu dan tenaga saya lebih banyak dari pada mereka minta saya mengerjakan sendiri dan mereka tinggal terima, tapi bagi saya itu sama saja halnya saya membodoh-bodohi adik sendiri. Saya ingin mereka jadi orang pintar bukan bodoh. Alhamdulillah Dhevi juga tipe orang yang tidak mau asal terima beres saja, dia suka berjuang untuk bisa.

Hal ini juga yang saya terapkan dulu saat mengajar adik adik dan anak-anak di kampung saya, saya juga menerapkan prinsip seperti itu, mereka harus berjuang untuk mengerjakan apa yang menjadi tugas dan kewajiban mereka. Ilmu itu mahal, tapi kemahalan tak selalu berarti uang, mahalnya ilmu oleh perjuangan ketekunan untuk mempelajarinya lebih saya hargai, seseorang yang berjuang akan mengerti nilai dari hal yang diperjuangkannya. Saya tak keberatan siapapun anak yang ingin datang belajar ke rumah saya, terbuka bagi siapa saja, selama mereka punya keinginan kuat untuk belajar saya akan mengajar sejauh yang saya bisa, saya senang dengan kehadiran mereka.

Karena mata telah terlalu mengantuk kami sepakat tidur, katanya dia sudah mengerti tinggal mempercantik berdasarkan kreasi pribadinya. ( Good Luck Vie)


****

Uni Meiy, Iko ado pic yang tampak wajah baru malam Uni*

di balik awan

wajah ini
ingin kusembunyikan
di balik awan dalam gumpalan
karena kumalu
mengurai kiasan


***

Wednesday, September 10, 2008

Foto Iseng




Isengnya yang ngambil foto........, hmmm pagi ini saya blogwalking ke blog teman teman di www.palanta.org, tiba tiba saya jadi tersenyum senyum malu melihat foto sendiri sedang meringkuk, geli menahan tawa, iih isengnya nih orang ( “ Hey jangan ada yang jadi malinkundang di sini “) saya ingat kata kata itu dilontarkan seorang teman waktu saya meringkuk menahan rasa sakit di kepala. Sewaktu perjalanan hiking panjang 17 Agustus itu berakhir di Pantai Air Manis Padang, di pantai yang terdapat batu legenda Malinkundang yang sedang meringkuk. Tapi saya tidak tahu jika ada yang mengambil gambar saat itu.

Sesampai di pantai itu setelah melewati pendakian dan penurunan dan menikmati pemandangan alam yang begitu mempesona, saya benar benar merasakan nyeri luar biasa di kepala. Mungkin karena saya sudah lama sekali tidak pernah ikut hiking, dan hiking ini juga aksi nekat mendadak tanpa persiapan dengan stamina yang sebenarnya tak stabil. Sehari sebelumnya saya masih belum memutuskan ikut meski kata hiking begitu menarik hati saya. Awalnya enggan karena tidak banyak teman yang saya kenal di Palanta ( hmmm saya nggak pernah ikut kopdar :D, hmm tapi ada sekali waktu acara book fair di Padang). Saya senang akhirnya sebuah konsep komunitas yang pernah dibicarakan dengan uda Max dan Cici dulu akhirnya terbentuk juga.

Untunglah waktu itu cici setuju juga untuk ikut, setelah sedikit meminta dan membujuk, jika dia tidak ikut saya juga tidak ( dan juga sokongan dari Uda Max.. ” Dasak sajo cici ikuik Ur ” masak cici nggak ikut ). Tapi kata pasti akan ikut baru didapat pagi pas akan berangkat otomatis benar benar tanpa persiapan. Peserta lain tengah mengikuti lomba photography sehingga semuanya membawa kamera. Sepertinya hanya saya yang waktu itu tidak tertarik untuk mengabadikan lukisan lukisan keindahan alam waktu itu. Tapi sebenarnya bukan tak berniat, Hp saya tak sempat di charge karena semalam listrik mati sehingga tak bisa digunakan pagi harinya. Hingga cukuplah pemandangan pemandangan saya tangkap dengan kamera lensa mata yang akan langsung ditransfer ke dalam memori agar tersimpan abadi. Saya juga bukan peserta lomba jadi semua tak masalah, niat awal juga hanya ingin HIKING.

Hiking, sudah lama tidak mengikuti, saya benar-benar ingin menguji kemampuan diri, masih sanggup atau tidak, setahun terakhir kondisi kesehatan tubuh cukup menurun, hingga harus beberapa kali berkawan dengan rumah sakit padahal saya sangat tidak menyukainya. Nasehat keluarga yang selalu saya ingat, perasaan jangan terlalu halus, lihatlah badan makin kurus, tak baik terlalu perasa, badan sendiri yang menderita. Pandanglah semuanya dengan tenang, santai rileks. Jawab saja semua apapun yang datang dengan senyum dan canda ria. Ach ingat waktu itu sepertinya saya orang yang sangat bermasalah padahal belum tentu saya punya masalah, padahal banyak orang diluar sana yang dirundung masalah bertubi-tubi tenang-tenang saja, jadi malu sendiri :D. Sedangkan bukanlah hidup jika tak punya masalah, kenikmatan itu akan terasa saat mampu menyelesaikan masalah.

Akhirnya meski merasa sangat capek dan kepala serasa mau pecah, saya sangat bahagia bisa menyelesaikan hiking itu dan esoknya saya sudah segar lagi dan harus lembur turun ke lapangan melihat kondisi gedung-gedung pemerintah di kota Padang, jadi capek waktu itu tidak masalah dan tidak berpengaruh, saya menganggapnya saya masih bisa. Selanjutnya keinginan-keinginan lain sudah bermunculan dalam kepala saya saya ” Hiking kemana lagi ya??”. Serasa mimpi-mimpi masa lalu yang tidak kesampaian ingin diwujudkan. Musim apa, masa pabila, mimpi-mimpi itu kan jadi nyata?

****

Thank to this picture, pic ini membuat penyegaran pagi ini membuat saya tertawa meski di kantor pagi sudah ada berita yang tidak mengenakkan. Kadangg saya bingung sendiri kantor yang kecil ini, tak henti dililit masalah, ada ada saja kejadian yang kadang tak masuk akal. Seperti cerita opera sabun saja. Mungkin juga ada pengaruh perbedaan latar belakang, dari orang-orang yang berkumpul di sini, ada wajah-wajah asia timur, ada wajah eropa, ada wajah minang, jawa, betawi, setiap wajah memiliki keunikan masing-masing yang tidak jarang berseberangan. Hal-hal sepele yang seharusnya tak ada menjadi topik utama. ( ach lebih baik lupakan saja) Kerjakan pekerjaan..!!!

Tuesday, September 09, 2008

goresan pasir




Goresan pasir
Buat darahku berdesir
Segenggam yang pernah kutitipkan
pembangun istana mungil di atas awan

hanya desir angin
kini terdengar ringan
membuka menutup goresan-goresan di atas pasir




**** Pasir Putih di Ujung Selatan Sumatera***

Thursday, August 28, 2008

Ketika hati yang memilih

' Aku aku tak bisa terima "X", dak ada feeling apa2"

ini pesan singkat di HP saya beberapa menit yang lalu. Pesan seorang sahabat yang baru saja mengambil keputusan penting dalam hidupnya. Ya Feeling, hati dan cinta memang tak bisa dipaksa, ketika hati tiada saling terpaut tak mungkin kisah sarang bisa dirajut, ketika denting rasa tak seirama tak mungkin melodi indah kan tercipta.

egoiskah ketika hati memilih? mungkin tergantung dari segi manakah orang akan menilai, setiap manusia tentu punya hak untuk menentukan pilihan hanya bedanya dari segi dan atas dasar apakah menentukan pilihan.

siapa yang mampu memaksa hati?, meski terbuat dari bahan yang sangat lembut hati tak mudah dipengaruhi.

mencinta dan dicinta dalam ikatan jelas tentu dambaan setiap orang. tapi procesnya kadang tak semudah sangkutkan harapan. mencinta saja tentu tidaklah cukup karena pihak lain tentu terpaksa, dicinta saja tentu tak genap karena tak adil buat yang sebaliknya. Tanpa kerelaan dan kenyamanan kedua sisi serasa semua kan percuma, tapi apakah sama antara kerelaan dan cinta? entahlah.....


****
Dedicate to my Friend. I have no comment for your decession. I just wanna say " every thing make you happy, i will support"

Hmmm curhat...
"" office yang tenang malah membuat bimbang, ada Apa gerangan?? ach... apakah hati ini telah dipenuhi syak wasangka hingga terus saja rasa curiga menemukan hari ini tak seperti biasa "" hening yang misterius......

Wednesday, August 27, 2008

Sebelum Ramadhan







Ramadhan sebentar lagi, Sudahkah mempersiapkan diri…?



Sebelum ramadhan ini ingatan saya seperti melayang ke Jakarta, ada tempat tempat yang begitu saya rindukan jika ramadhan tiba. Salah satunya Al Azhar, mesjid di Kebayoran baru, yang berada berhadapan dengan kantor saya dulu, memudahkan saya kapan pun hendak ke sana. Jika habis jam kantor saya lebih suka berbuka di kantor atau mesjid itu saya tak perlu pulang dulu ke Kost-an dan nantinya langsung tarawih di sana dan selanjutnya baru ke kost dengan naik kopaja 19 ato bajai. Menyenangkan ada hawa kesejukan yang saya rasakan jika berada di mesjid itu.

Jika di sana jauh dari orang tua dan sanak sodara, Mesjid itu seakan menjadi rumah tempat saya mendekatkan diri dengan segala yang saya cintai. Tempat aman mengadu padaNYA. Pernah waktu itu saya dibentak boss, padahal sebenarnya dia marah ke orang lain, kebetulan jam kerja saya sudah habis saya langsung minta pulang, lari ke mesjid itu dan di sana saya menangis sepuas-puasnya, waktunya pas dengan Teh Ninih kasih tausiyah dan muhasabah jadi nggak ada yang akan curiga mengapa saya berurai air mata. Entah mengapa esok harinya boss saya memanggil saya ke mejanya dan berkata ” saya tidak bermaksud marah padamu kemarin, suara saya memang keras saya tidak bisa bicara lembut seperti Mr. XXXX ( boss pertama saya) tapi saya tidak marah padamu ” saat itu saya juga merasa bersalah padanya telah membuatnya tak enak dengan pamit pulang dengan segera setelah dia membentak.

Di sana juga saya mengenal banyak sahabat dari berbagai latar belakang dan usia, di sana juga pernah ditipu orang, tapi dengan itu juga saya juga bisa belajar dari pengalaman, tak perlu takut ditipu orang lain, hiasi hati dengan niat dan prasangka baik pada orang lain dan jalani segalanya dengan keikhlasan, Allah pasti akan melindungi setiap hambaNYA, tipu daya manusia tidak ada artinya.( sepertinya saat ini saya harus mengingat peristiwa ini agar hati saya sekarang yang dilanda krisis kepercayaan kepada orang-orang bisa dipulihkan dengan segera).

Di sana saya mengenal Tasfir Al Azhar sebelumnya hanya saya kenal dari buku-buku saja. Tapi sayang sewaktu saya meninggalkan Jakarta saya baru membaca sebagian kecil darinya. Pertama kali saya membacanya saya gembira sekali mungkin ini cukup norak, kitab itu selesai ditulis dan dicetak serta diadakan syukuran atas kelancaran proses penerbitannya pada malam saya dilahirkan, mungkin ini norak, tapi tak apa apalah norak ternyata saya orang yang senang juga jika hari lahir saya bertepatan dengan peristiwa-peristiwa tertentu, dan tanggal itu bertepatan dengan hari lahir penulis kitab itu. Saat itu rasanya saya ingin bersorak-sorak dalam hati. Buya Hamka saya lebih tahu karya beliau dari pada biographynya, baru di Jakarta saya tahu tanggal lahir beliau sama dengan saya. Sewaktu kecil saya hanya tahu tanggal lahir saya sama dengan Thomas Alfa Edison, waktu itu saya sudah senang bukan main ulang tahun saya sama dengan seorang penemu lampu, pemberi cahaya, nanti besar saya juga ingin jadi seorang penemu dan pemikir ( hiks ini mimpi masa kanak-kanak).

Di depan al Azhar adalah tempat saya suka membeli buku dengan harga yang lebih murah sedangkan bagian belakangnya tempat saya sering makan dengan sahabat dan teman teman saya di kantor. Dari sudut manapun saya mengenang mesjid itu saya adalah hal-hal yang akan merngusik ruang rindu.

Malam-malam di mesjid, biasanya saya sebut kepada teman-teman saya sebagai ” Dunia malam Jakarta”. Banyak orang bilang jika tinggal di Jakarta, adalah tidak lengkap jika tidak mengenal dunia malam Jakarta. Iya benar juga ” Jakarta Malam Hari menyediakan segalanya ”. Dunia malam Jakarta menjanjikan apa saja, tinggal kita memilih dunia seperti apa yang kita jalani, saya juga punya dunia malam, inilah dunia malam saya, malam-malam di mesjid-mesjid Jakarta. Jika ada teman bertanya ’ Ri ada kegiatan apa habis jam kerja ini” saya akan jawab ” ada dunia malam ’ maka teman teman saya umumnya telah mengerti.

Melihat cahaya kebenaran menyentuh hati orang-orang, di sana jualah saya pertama melihatnya. Para Mualaf mengucapkan syahadat sebagai bukti cahaya kebenaran telah menerangi bathin mereka, yang kadang membuat saya malu, betapa kecil diri ini, dan dangkalnya pengetahuan saya. Kapal-kapal cinta yang berlabuh dalam telaga Sang Maha Cinta, telah satu haluan, telah satu tujuan siapa tak ada yang akan sanggup menghentikannya.

Ramadhan tahun lalu, itulah terakhir kali saya sholat di mesjid itu, ditemani sahabat yang lebih dari sodara saya ingin memberi kenangan terakhir yang indah di Jakarta. Mesjid kenangan labuhan rindu, tempat mencari tenang ketika ruang hati terusik. Tempat menumpahkan segala cerita yang tidak mampu terungkap kata. Sebelum akhirnya selamat tinggal Jakarta.

Telah Hampir genap setahu, kini Ramadhan aku merindumu...........ingin merajut asa sebulan bersamamu.


27 agustus 2008

Thursday, August 21, 2008

Alam



aku ketenggelam
dalam keindahan alam
di sana jiwaku menepi
yang kini telah takut bermimpi

* Pdg 21 August 2008*

Wednesday, August 20, 2008

Menjelang Malam di Kotaku


Menjelang Malam di kotaku, gerimis jatuh satu-satu, aroma tanah basah menyeruak ruang senyap di hati. Hujan.... di pantai pantai Barat Sumatera,rintik jatuh menambah riak gelombang. Tak ada Mentari menggantung lembayung jingga di barat kota sebelum menghilang menyelinap ke kedalaman laut.

" Hmm nggak tahu mau nulis apa... just wanna write. You are right Sis.. Menulislah..maka segalanya kan terasa lapang..... semoga bisa menulis lagi !!!!!

Friday, August 08, 2008

Senja

Senja...
biarlah fakta yang berbicara
waktu kan menjawabnya
cukup kutahan kata
meski telah remuk rasa di dada

*
*
*
*

" sekejam itukah ancamannya terhadapku,
ach Tuan lakukan saja apa maumu,
berbuatlah sesukamu,
salahkan saja semaumu
hinakan saja yang tak sejalan denganmu
fitnah saja seenakmu
Tapi...Tuan!
" setiap perbuatan jahat hanya akan merugikan pelakunya "

*** Duri-duri yg tak pernah jemu hendak menusukku"

Saturday, August 02, 2008

agustus and Virus

Hmmm Agustus, baru memasuki Agustus PC terserang virus, Hiks, what should i do?

*** agustus oh agustus***

Thursday, July 17, 2008

Sepenggal harap di Ujung senja

Ya Rabb...
kuatkan hatiku
untuk bertahan
di antara duri-duri
yang tak jemu hendak menusukku

ya Rabb...
Tabahkan jiwaku
untuk tetap tenang
ketika ucap-ucap tajam itu
menikamku dari belakang

Ya Rabb...
Bersihkan hatiku
dari rasa benci
sakit hati
dan balas dendam
yang kadang membakar menghampiri

Ya Rabb
Berikan aku kesejukan
dalam petunjuk perlindunganMU
Beri aku kedamaian
dalam keindahan MengingatMU




" Padang, 17 July 2008, Senja in the Office, better to keep silent againts the undefined persons"
" office condition only "

"
"
"

Tuesday, July 08, 2008

Wednesday, June 25, 2008

Penggalan Kisah

Di sana melati itu jatuh ke bumi
setelah dua maaf beradu
penutup semua harap dan mimpiku
sebuah titik hentian langkah maju
kutarik diri dari mimpi yang terlalu indah untuk kumiliki


selamat jalan mimpi
Bila sudah saatnya kita terjaga

di titik henti berubah arah
kuyakinkan hati
untuk...
menyayangi masalalu dengan segenap keindahan dan kegetirannya
kucintai hari ini untuk setiap detik yang bisa kuberi dan memberiku arti
kurindui hari esok untuk sebuah kedamaian menujuNYA...

" Setahun Lalu Di Jakarta in my Memorian" " Now life must be go on "

Thursday, June 19, 2008

Sunyi

Sunyi
di antara belantara pepohonan
ketika cahaya mentari mencari celah di balik dedaunan
kicauan burung burung liar sesekali memecah kesunyian
tupai-tupai berlompatan di antara dahan -dahan kecoklatan


" Survey Journey In Bengkulu " 19 June 2008

Thursday, June 12, 2008

indah




indah alam ini

" Field Survey Picture" 11 June 2008

Monday, June 02, 2008

Cinta

Cinta
sebuah rasa anugrah Illahi
terlalu 'suci'
jika harus ternodai oleh sebuah kata " benci"
hanya karena gagal termiliki

Cinta
bila tempatnya tak lagi di sini
biarlah ia kembali pada tempatnya Tinggi
kembali pada Sang Pemilik Yang Abadi
Lepaskan berlega hati

Cinta
tak perlu lagi ada prasangka
tak guna lagi berpraduga
titah perintah kita sama
untuk menjaga kesucian "jiwa"

" My Yellow Room, Western Coastal of Sumatera " 3 June 2008.


Monday, March 17, 2008

Rindu dan Cemburu

aku tak lagi perlu
Meramu Rindu dan Cemburu
duka tlah kuanggap lalu
tersapu bias rona cahaya bahagiamu

entah apa beda
antara luka dan cinta
mungkin hanya satu rasa berbalik makna
ataukah dua kata di setiap ujung simpulan rasa
entah.....bagiku semua tinggal cerita
biar terabai, tenggelam saja


Tobe Continued

Wednesday, March 12, 2008

Pertapaan Mimpi

keyboard hitam berdebu
kian jarang tersentuh jemari
puisiku mati suri
dalam bertapaan mimpi yang kian beku

aku kian larut
dalam istana egoku
yang hanya ada aku dan duniaku
nuansa lain " aku tak tahu "

entah...
ada apa di luar sana?
puisiku tak mampu memahami....

layar itu jarang menyala
terdiam di sudut ruang berbeda
terpisah dari kamar jiwa
enggan kutatap sebelum pejam membawa lena
Tapi... dalam lelap kutemui jua

Kini..
di Pertapaan Mimpi
kucoba menyambung kata
meski tak lagi disebut " Puisi "

Wednesday, February 20, 2008

Puisi Feminisme ( AKu dan BUlan)

Aku dan Bulan

Begitu indah engkau rupawan
Lengkung sabitmu mencubit hati
Bundar purnamamu menggoda rasa

Kala kau sembunyi di balik awan
Gundah menunggu kecemasan
Mana sabit mana purnama
Sudah waktunya engkau tiba

Kala kau sapa jua
Serasa tubuh tak bertulang
Lemah tiada daya
Emosi tak bertepi
Marah terlalu mudah
Menangis serasa indah
Kesal menjadi wajar
Segala rasa gampang menjalar

Bila waktunya kau pergi
Malam berganti pagi
Putihnya awan di langit tinggi
Bersih berseri menyambut hari
Sucikan diri sucikan hati

Jkt. APril 2007

*** only for female in hard days :P :D)

Ini puisi lama yg baru di kirim Ocha untung masih tersimpan di filenya, karena file2puisi pribadi banyak yang sengaja dihapus dulu. puisi ini buat diri dan teman teman yang harus kerja in the hard days.. biar semua senyum dan tertawa lagi meski kerja dengan kondisi hari hari sulit.

*
Cha.... katanya senyum terus baca puisi ini.. jadi sekarang senyum aja lagi.... ya..makasih udah dikirim kembali..*

Tuesday, February 12, 2008

Ayat Ayat Cinta

Ayat-Ayat Cinta
by Rossa

desir pasir di padang tandus
segersang pemikiran hati
terkisah ku di antara cinta yang rumit

bila keyakinanku datang
kasih bukan sekadar cinta
pengorbanan cinta yang agung
ku pertaruhkan

reff:
maafkan bila ku tak sempurna
cinta ini tak mungkin ku cegah
ayat-ayat cinta bercerita
cintaku padamu
bila bahagia mulai menyentuh
seakan ku bisa hidup lebih lama
namun harus ku tinggalkan cinta
ketika ku bersujud

bila keyakinanku datang
kasih bukan sekedar cinta
pengorbanan cinta yang agung
ku pertaruhkan

repeat reff

ketika ku bersujud



**** Teruntuk, Sahabat2 teman teman, Uni, uda dan siapa saja yang mengunjungi blog ini, maaf jika sering menemukan halaman ini fakum tanpa update.****

Friday, February 01, 2008

Lengkung Pelangi di Siantar

tahta mendung jatuh sudah
setelah hujan bebas meruah
kini cahaya membias cerah
di dua warna berbatas merah


akhirnya melengkung jua
rona pelangi di Siantar
membalut kisah dua jiwa
di satu janji yang tak boleh ingkar


" dedicated to Sisi, selamat menempuh hidup baru ( 2 february)semoga apa yang telah dipersatukan tak akan pernah terpisahkan ( seperti ucapanmu dulu).
Nice story friend. " Patah Tumbuh Hilang berganti, delapan tahun mengukir jejak hilang tersapu hujan perpisahan, belum berbilang bulan perkenalan berakhir di pelaminan" Great"
" Hmmm, gantian ya jadi konsultanya :P"