Thursday, May 10, 2007

Kabar dari Selat


Tenang riak pantai timur Sumatra
Pesisir berlumpur hutan bakau
Mengintip cahaya matahari terbit
Di sela-sela akar akar bergantungan

Menyentuh air laut selat Malaka
Selat ternama sejak dulunya
Air mengeruh ikan tak nampak
Pasirnya hilang pulau tenggelam
Pasir dikeruk terjual sudah
Dibawa orang ke tanah seberang
Kota terapung semakin megah
Pulau tak bertuan tak nampak lagi
Satu-persatu menjadi laut
Titik terluar pulau terluar
Di mana kini direntangkan?


Laju nelayan di Tanjuang Datuak
Berkapal tongkang menghadang gelombang
Sejak lautan dirusak orang
Salahkah ikan tak tampak lagi?

Hilir mudik kapal raksasa
Kibarkan bendera aneka rupa
Bila bangsa tak berdaya
Menjaga aman selat pelayaran
kerja sama tawar-menawar
pada bendera lima puluh bintang
penjaga berjaya juga kuasa
kini selat milik siapa?


Beradu ombak pecah ditengah
Berputar arah angin buritan
Bila bangsa hilang marwah
Bisakah selat dipertahankan?


Tuduh menuduh semakin gaduh
Salah menyalah semakin kalah
Daripada semakin pecah
Alangkah baiknya saling berbenah.

Jkt, 10 may 2007. I Luv my country, kabar dari selat, teringat satu judul skripsi yang tak jadi.

1 comment:

Tety Kurniati said...

Piet suka bikin puisi ya..., bagus tuh puisinya, jadi takana jo kampuang nih