Langkah waktu setapak demi setapak terus malaju meninggalkankan apa saja yang telah dilaluinya tak hiraukan ragu yang gelayuti kalbu ia tak akan mau menunggu
Langkah waktu satu demi satu melambaikan tangan padaku tak kuasa kutarik dalam genggaman yang gemetar oleh risau tak terucap ketika salah membungkah gundah di muara resah satu cahaya di dalam kaca pecah berderai sudah ketika aku tak kuasa untuk tengadah...
Langkah waktu terus berlalu ia tak mau menunggu hatiku yang membeku
.... ... ... ... ... Duhai Pemilik Waktu ampuni aku...
Aku, Anak dagang di negeri
orang, mencoba marajut benang-benang peristiwa menjadi lembaran kain
cerita sebagai pakaian kata kata penutup duka perhiasan ceria