Tuesday, December 30, 2008

Tuan Tuan

Ach Tuan-Tuan

Kadang kumerasa tinggi hati

Merasa berarti

Hingga harus dimata-matai

Dengan seribu satu strategi

Yang hanya membuatku tersenyum geli

Ach Tuan apa yang kalian cari..????

Tuan tuan

Tidak bosankah menikam dari belakang

Menabur angin manui badai

Menggali lobang jatuh sendiri

Sedang jalan terang lebih tenang

Mengapa memilih lorong gelap pengap lewat belakang

Tuan tuan

Di depan bak menating minyak penuh

Di belakang seolah gemuruh siap membunuh

Mengejar pundi supaya penuh

Tak segan bergaduh membuat rusuh

Adakah jiwa kalian disinggahi teduh?

Ach Tuan Tuan

Tapi punggung ini terlalu lurus

Pantang merunduk

Kecuali untuk rukuk

Pantang berlutut

Kecuali untuk sujud

Mungkin kalian kian merutuk

Tetap tak ada alasan untuk tunduk

Apalagi ikut dalam permainan busuk

hormat itu pada yang taat

memegang jujur di kata benar

tak kenal silat kata berputar

tak gentar meski tersingkir

kini salahlah hormat enggan tertambat?

*** office on office, dedicate to Tuan Tuan yang pernah mengancamku :D ***

*** hari ini aku baru tahu tingkah polah baru, yang membuat terheran-heran geleng2 kepala***

Bunda

Bunda
Maafkan aku
Hingga kini, aku tak mampu
Wujudkan mimpimu
Melihat cahaya di mata-ku


***
Gerimis subuh hantar minibus itu melaju, tinggalkan kotaku yang masih kelam dan basah, fajarpun masih bergelung di balik timur, dingin memberi salam dengan tusukannya yang tajam, dan aku kian terpejam terbayang seraut wajah penuh cinta menatapku sendu, terngiang satu kalimat yang kemarin petang yang seolah menyisir habis seluruh relung ruang di hatiku. Kurasakan tubuhku berguncang, ini bukan gelombang, tapi bumi jiwaku bergoyang. Oh Bunda... akukah.???? Penyebab genangan risau di matamu???.

Teringatku akan harapan sederhanamu yang terucap saat tangan tangan kasihmu menyentuh damaikan gemuruh di jiwaku dulu ” Aku hanya ingin melihat cahaya di matamu Nak...”

Minibus abu-abu kian melaju, meliuk di tiap tiap kelokan jalan di antara Merapi dan Singgalang yang masih samar di balik remang. Aku kian larut dalam pikiran yang melayang gamang, satu kalimat yang slalu kepegang berdentang dari detak lubuk hati
” aku ingin melihat orang-orang yang kucintai bahagia ”dan kini ku tak tahu bagaimana caranya....
*
*
*

* Jika memandang dengan cinta setiap kekurangan akan terlihat sebagai sesuatu yang sudah seharusnya ada, i just wanna say I Luv U Mom....*

*** Subuh Tadi di sepanjang jalan PYK-BKTTGG-PDPJ-PDPR-LA-PDG***

Wednesday, December 24, 2008

Kotamu ( II )

Kotamu
dendangkan suara
yang membuat jiwaku tersenyum


*** Pdg, 24 Dec 08 ***

Saturday, December 20, 2008

Embun ( II)

embun
kurindu
menyentuh kemilaumu
di helai rerumputan hijau
bak tamburan manik-manik kecil di awal hari
menambah indah senyum bumi
menyambut terbitnya mentari pagi.


*** teringat pepatah minang lama " basah disiram ambun pagi, masiak disinga paneh patang " yang membuat saya dulu sering bertanya tanya apa artinya?.


Thursday, December 18, 2008

Suasana hati

ah……

Ya Allah Engkaulah pemilik hati

Perliharalah hatiku agar senantiasa berserah padaMU

Kuatkan hatiku melawan gelisah yang datang menggodaku

Teduhkan hatiku saat panasnya resah mengelilingiku



” tak ada yang akan terjadi tanpa izinMU”

” tak ada yang tak mungkin bagiMU”

Dan perkenankan aku memohon.....

Hapus segala keraguan dihatiku

Hiasi hatiku dengan sejuknya kedamaian saat detik detik waktu ini kulewati





Jangan biarkan hati ini tertutup debu hitamnya dosa

Hingga tak terhalang untuk temukan kepingan hikmah yang telah Engkau tebar disetiap peristiwa.

Jangan biarkan aku terbuai dalam ayunan kelalaian

Hingga lupa bersiap bekal perjumpaan denganMU



*

*

*

***No one hears me cry...(cited)***



”Separuh hati” jika melakukan hal dengan separuh hati maka hasilnya akan kacau balau, begitu pula hari ini, sejak boss meminta saya harus ke Jakarta dua hari lalu, jujur saya setengah hati, entah dari mana ada rasa risau dan gelisah keberatan yang tersimpan di hati untuk pergi. Ada rasa berat padahal ini hanya untuk dua hari, sabtu siang saya sudah kembali ke Padang, jika ini bukan untuk perampungan bahan regulasi yang membuat saya sering kerja kejar tayang, mungkin keberatan saya itu bisa diterima. Tapi project ini sedang tahap tahap persiapan penyelesaian, beberapa bulan lagi akan selesai di Provinsi ini, sesuai dengan yang tertera dikontrak.



“ Mbak ingat aja kalo nanti di Jakarta bakal dapat Maryamah Karpov, biar enjoy” kata mbak Lia menghibur saya, saat saya ungkapkan kerisauan saya kemarin. Ada gelisah yang tak bisa diterjemahkan menghantui saya sejak kemarin itu. Semalampun saya kurang tidur, rasanya pikiran pecah belah keberbagai tempat, tidak menyatu ditempatnya. Benarkah ini saja yang menganggu pikiran saya, sejak semalam sayapun bingung. Ataukah campuran berbagai hal yang saling terkait, entahlah…..



Suasana hati yang tak enak, keputusan yang setengah hati ternyata menghadrikan banyak halangan hari ini pesawat delay, satu jadwal telah lewat. Berharap jadwal yang terpenting besok tidak ikut lewat.



Ya Allah tenangkanlah hatiku……Amin…
*
*
*

Tuesday, December 16, 2008

esok


Esok
kan kejenguk kota itu
sejenak
kan kusibak
jejak jejak dulu
tertinggal di sudut sudut kota
masihkah?
kan kucium aroma masa lalu
yang mungkin telah lama tersapu tetesan hujan

tapi...
di hatiku jejak itu tetap bertahan...

*** Padang, 17 December 2008*** I>>>>> Maryamah Karpov...nggak sabar pengen bacanya...***





Friday, December 12, 2008

Titian Pelangi Penaut Hati


Pelangi telah melengkung
titian warna penaut hati
dua budaya di satu asa
menyatu diikrar cinta

Titian pelangi penaut hati
lintasi daratan hubungkan lautan
warna warni berkilauan
di langit doa pengharapan

***

Padang, 13 December 2008. dedicate to dua sepupu laki-laki yang serentak menikah... ( lucu juga sih kompak2an kali ya....) satu menikahi gadis banjar di kalimantan sana, yang satu bertemu gadis sekampung di pulau jawa ( dulu di sini nggak pernah jumpa ya... hihih lucu)....
Selamat Menempuh Hidup Baru........



Thursday, December 11, 2008

Mata itu



Mata bercahaya lembut

Di seraut wajah berseri

.... adakah arti ..?



Mata teduh

Cairkan beku

Titik jenuh

Luruh

Bersimpuh

.....tak tersentuh....



Mata rindu

Mengintip sendu

Di sudut bisu

.... mimpi itu kian meninggi....




*** Padang, 12 December 2008***

kemarin terasa sangat aneh, suasana hati yang tak mampu digambarkan, hari ini terasa berbeda, Hmmm mungkin karena setiap detik bermakna hingga terasa tak sama, kadang resah terkadang indah, sempit dan lapang silih berganti datang dan pergi. Roda itu selalu berputar.... Hidup bukan untuk ditakuti tapi untuk dijalani, so jalani sajalah Ur!!!!.

*
*
*

Wednesday, December 03, 2008

Rangkaian Melati

Rangkaian melati, tersusun indah di jambangan-jambangan ruangan besar itu, karpet merah bercorak bintink- bintik kuning hijau halus membungkus seluruh rantai ruangan. Furniture kayu mewah menghiasi seisi ruangan. Dinding berlapis kayu coklat menambah kesan megah ruang itu, ya sebuah ruang tunggu……

Sejam sudah waktu berlalu, pintu kayu itu tak kunjung jua terbuka, pertemuan penting mungkin sedang digelar di sana, sementara di ruang ini wajah wajah disekeliling terlihat mulai resah, dan mulai sibuk ramai dengan perbincangan yang tak lagi kumengerti, aroma rangkaain melati itu telah menarik mata dan hatiku untuk tak lagi peduli ucapan ucapan yang kadang bertentangan dengan nurani, rangkain melati yang berada tepat disampingku berpadu daun daun palm dan ranting ranting hijau yang tak kukenal namanya menyelam dalam air bening di jambangan kaca.

Biarlah…. biarkan saja apa kata mereka, tak usahlah aku ikut menyimaknya yang hanya akan membuat rasaku terluka, sungguh aku tak rela negeri ini dicerca....biar kunikmati aroma bunga yang segarkan jiwaku, Aroma putih bunga melati perlambang putih suci ketulusan negeri ini, yang mungkin saja saat ini masih tertutup awan awan sengketa. Tapi esok awan itu akan luruh bersama hujan berkah sehingga mentari leluasa bersinar di langit yang telah bersih. Saat itu ada meski entah pabila…….

Terima kasih rangkain melati, engkau hibur aku saat sendu itu menjengukku. I Like so Much...


** pengalaman menunggu di ruang itu, hmmm siapakah perangkai melati di ruang itu? **