Mata itu jendela hati Tataplah ia bila ragu Carilah tahu yang dimau Adakah cerita yang tersembunyi?
Mata itu jendela hati Pancaran cahaya jiwa Tataplah ia tanpa prasangka Maka jelas terang seluruh isinya
Mata itu bahasa kejujuran Tak bisa berdusta meski dipaksa Dengan tatap mata kejujuran pula Di sana kan bertemu kebenaran
Mata itu isyarat hati Perlihatkan berbagai emosi Ada kilat kemarahan Ada semangat perjuangan Ada bayangan pengharapan Ada air kesedihan Ada telaga keteduhan Ada cahaya kebahagian Tempatkanlah sesuai keadaan
Mata itu jendela hati Jagalah ia dengan kebaikan Menataplah pada tempatnya Menunduklah pada saatnya
*** Aku lupa kapan menulis puisi ini tapi yang jelas di tahun 2007 di Jakarta. tak ada tanggal dalam filenya****
Aku, Anak dagang di negeri
orang, mencoba marajut benang-benang peristiwa menjadi lembaran kain
cerita sebagai pakaian kata kata penutup duka perhiasan ceria