di sini malam telah datang ketika suaramu bunda, menyeruak ruang rinduku belum berbilang hari berlalu dadaku telah disesak haru ingin segera memelukmu
Bunda jarak kembali merentang panjang antara ragaku dan ragamu tapi aku akan selalu ingat pesanmu " tak ada perpisahan untuk jiwa yang diikat cinta"
Bunda jiwa ragamu telah engkau jadikan benteng untuk selalu melindungiku agar aku tak pernah terluka oleh gelombang kata-kata di dadamu semua meredam saja
Bunda aku selalu bertanya dan mencari apa yang membuatmu bahagia tapi engkau selalu berkata " buatlah dirimu bahagia Nak, karena kebahagianmulah yang sesungguhnya membuatku bahagia"
Aku, Anak dagang di negeri
orang, mencoba marajut benang-benang peristiwa menjadi lembaran kain
cerita sebagai pakaian kata kata penutup duka perhiasan ceria