hujan yang turun
hatiku pun rasa berembun
di sini aku marajut benang-benang peristiwa menjadi lembaran kain cerita sebagai pakaian kata kata penutup duka perhiasan ceria
Friday, October 28, 2016
Sunday, May 01, 2016
Titp Rindu Lewat Gemuruh
Duhai Gemuruh sebelum Hujan
menggema di mendung awan
padamu kutitip pesan
sampaikan rinduku yang tertahan
......................
Sunday, December 27, 2015
Ibu
Ibu....
ada sendu di matamu
tak berani kutanya risau galau di hatimu
yang kau simpan dalam diammu
ibu
aku tahu
akulah duka dibening matamu
maaf....
bila belum mampu kuhadirkan senyum dijiwamu
maafkan aku....
sungguh ibu...
dari lubuk hatiku ibu
tak rela engkau berduka
ingin kupersembahkan bahagia
agar senyum itu mengembang di sana
di seraut wajah yang selalu berkuah lelah demi diriku
ampuni aku ibu
28des 2015
For my beloved Mom..." I love U Amak
Sunday, November 22, 2015
Pagi di kotaku
Pagi
kembali bening...
setelah asap lenyap terhalau hujan
langit kembali membiru
dan bumi kembali lapang......
ada tenang....
tak lagi bimbang...
Saturday, August 22, 2015
Saturday, January 17, 2015
Wednesday, August 29, 2012
Friday, April 09, 2010
Pindah Blog
Friday, February 05, 2010
mata itu jendela hati
Mata itu jendela hati
Tataplah ia bila ragu
Carilah tahu yang dimau
Adakah cerita yang tersembunyi?
Mata itu jendela hati
Pancaran cahaya jiwa
Tataplah ia tanpa prasangka
Maka jelas terang seluruh isinya
Mata itu bahasa kejujuran
Tak bisa berdusta meski dipaksa
Dengan tatap mata kejujuran pula
Di sana kan bertemu kebenaran
Mata itu isyarat hati
Perlihatkan berbagai emosi
Ada kilat kemarahan
Ada semangat perjuangan
Ada bayangan pengharapan
Ada air kesedihan
Ada telaga keteduhan
Ada cahaya kebahagian
Tempatkanlah sesuai keadaan
Mata itu jendela hati
Jagalah ia dengan kebaikan
Menataplah pada tempatnya
Menunduklah pada saatnya
*** Aku lupa kapan menulis puisi ini tapi yang jelas di tahun 2007 di Jakarta. tak ada tanggal dalam filenya****
Tataplah ia bila ragu
Carilah tahu yang dimau
Adakah cerita yang tersembunyi?
Mata itu jendela hati
Pancaran cahaya jiwa
Tataplah ia tanpa prasangka
Maka jelas terang seluruh isinya
Mata itu bahasa kejujuran
Tak bisa berdusta meski dipaksa
Dengan tatap mata kejujuran pula
Di sana kan bertemu kebenaran
Mata itu isyarat hati
Perlihatkan berbagai emosi
Ada kilat kemarahan
Ada semangat perjuangan
Ada bayangan pengharapan
Ada air kesedihan
Ada telaga keteduhan
Ada cahaya kebahagian
Tempatkanlah sesuai keadaan
Mata itu jendela hati
Jagalah ia dengan kebaikan
Menataplah pada tempatnya
Menunduklah pada saatnya
*** Aku lupa kapan menulis puisi ini tapi yang jelas di tahun 2007 di Jakarta. tak ada tanggal dalam filenya****
Siang di Pesisir
Siang di Pesisir
panas begitu lantang
menyiram garang
jiwa jiwa yang gersang
dan aku hanya ingin " pulang "
Padang Pariaman, 6 January 2010
panas begitu lantang
menyiram garang
jiwa jiwa yang gersang
dan aku hanya ingin " pulang "
Padang Pariaman, 6 January 2010
Tuesday, January 12, 2010
Thursday, December 31, 2009
Langkah Waktu
Langkah waktu
setapak demi setapak terus malaju
meninggalkankan apa saja yang telah dilaluinya
tak hiraukan ragu yang gelayuti kalbu ia tak akan mau menunggu
Langkah waktu
satu demi satu melambaikan tangan padaku
tak kuasa kutarik dalam genggaman yang gemetar oleh risau tak terucap
ketika salah membungkah gundah di muara resah
satu cahaya di dalam kaca pecah berderai sudah
ketika aku tak kuasa untuk tengadah...
Langkah waktu
terus berlalu
ia tak mau menunggu hatiku yang membeku
....
...
...
...
...
Duhai Pemilik Waktu
ampuni aku...
""""" Ketika tahun telah berlalu "
setapak demi setapak terus malaju
meninggalkankan apa saja yang telah dilaluinya
tak hiraukan ragu yang gelayuti kalbu ia tak akan mau menunggu
Langkah waktu
satu demi satu melambaikan tangan padaku
tak kuasa kutarik dalam genggaman yang gemetar oleh risau tak terucap
ketika salah membungkah gundah di muara resah
satu cahaya di dalam kaca pecah berderai sudah
ketika aku tak kuasa untuk tengadah...
Langkah waktu
terus berlalu
ia tak mau menunggu hatiku yang membeku
....
...
...
...
...
Duhai Pemilik Waktu
ampuni aku...
""""" Ketika tahun telah berlalu "
Wednesday, November 25, 2009
Pelangi Selepas Subuh
Pelangi selepas subuh
membentang di langit barat Sumatera
seolah ia ingin menyapa hatiku yang tengah rusuh
menghiburku dengan kumpulan keceriaan titian warna
mengajak jiwaku menari di tangga-tangga bias cahaya
Pelangi selepas subuh
di ambang batas hitam dan putih
ketika malam telah berpamitan
dan siang mulai membuka jendelanya
warna warni itu tersenyum " duhai hati jangan lagi berduka ".
Padang-Pariaman, 26 Nov 2009.
>.. malam tadi aku nginap di Padang menjemput beberapa barang-barang perlengkapanku, hingga pagi ini aku harus berangkat ke tempat kerja di Padang Pariaman dari Padang, Pak sopir kantor menjemputku lebih awal menurutku, jam lima pagi ia sudah menelpon, janjiku padanya adalah jam 5:30, hasilnnya aku harus buru-buru, mempersiapkan segalanya
Rekan-rekan yang lain kerja menggunakan mobil yang lain yang berangkat lebih lambat dariku, jadilah aku sendiri dan pak Supir membelah dingin suasana selepas subuh. Pak Supir tak banyak bicara seperti juga aku yang mungkin juga tidak terlalu banyak bicara terutama dengan orang-orang yang baru kukenal, biasanya aku berangkat dengan mobil yang lain.
sepanjang perjalanan Pak supir memutar lagu Nike Astria, lagu lagu yang kusuka waktu SD dan SMP. aku tenggelam dalam lamunan kusendiri, mungkin jiwaku saat itu tidak berada di mobil itu, terbang kemana dunia pikiran membawaku.
Di tengah perjalanan saat aku mengalihkan pandang ke sisi Barat, ke arah lautan, aku melihat dua bentangan pelangi yang begitu indah, Alhamdulillah, saat aku benar benar merasa sendiri Yang Maha Kuasa mengijinkanku untuk melihat pesona keindahan alam ciptaanNya. " Tetaplah indah duhai pelangi, hiburlah setiap hati yang tengah sunyi "
membentang di langit barat Sumatera
seolah ia ingin menyapa hatiku yang tengah rusuh
menghiburku dengan kumpulan keceriaan titian warna
mengajak jiwaku menari di tangga-tangga bias cahaya
Pelangi selepas subuh
di ambang batas hitam dan putih
ketika malam telah berpamitan
dan siang mulai membuka jendelanya
warna warni itu tersenyum " duhai hati jangan lagi berduka ".
Padang-Pariaman, 26 Nov 2009.
>.. malam tadi aku nginap di Padang menjemput beberapa barang-barang perlengkapanku, hingga pagi ini aku harus berangkat ke tempat kerja di Padang Pariaman dari Padang, Pak sopir kantor menjemputku lebih awal menurutku, jam lima pagi ia sudah menelpon, janjiku padanya adalah jam 5:30, hasilnnya aku harus buru-buru, mempersiapkan segalanya
Rekan-rekan yang lain kerja menggunakan mobil yang lain yang berangkat lebih lambat dariku, jadilah aku sendiri dan pak Supir membelah dingin suasana selepas subuh. Pak Supir tak banyak bicara seperti juga aku yang mungkin juga tidak terlalu banyak bicara terutama dengan orang-orang yang baru kukenal, biasanya aku berangkat dengan mobil yang lain.
sepanjang perjalanan Pak supir memutar lagu Nike Astria, lagu lagu yang kusuka waktu SD dan SMP. aku tenggelam dalam lamunan kusendiri, mungkin jiwaku saat itu tidak berada di mobil itu, terbang kemana dunia pikiran membawaku.
Di tengah perjalanan saat aku mengalihkan pandang ke sisi Barat, ke arah lautan, aku melihat dua bentangan pelangi yang begitu indah, Alhamdulillah, saat aku benar benar merasa sendiri Yang Maha Kuasa mengijinkanku untuk melihat pesona keindahan alam ciptaanNya. " Tetaplah indah duhai pelangi, hiburlah setiap hati yang tengah sunyi "
Tuesday, November 17, 2009
lucu kah??
lucu jg liat cerita hidupmu ur 4:01 PM
dr jkt 4:01 PM
ke pdg 4:01 PM
nenangin diri ke kalimantan 4:02 PM
eh balik lg ke pdg 4:02 PM
ini adalah penggalan komentar teman di YM hari ini, aku pikir-pikir iya lucu juga cerita hidupku seperti sebuah lembaran-lembaran yang beberapa bagian di skip dan akhirnya berbeda-beda.( jika begini akan begini, jika begitu akan begini)... aku juga tak menyangka...kisah mobile ku kemana mana akan begini... dulu sewaktu aku resign bekerja dari Jakarta, aku memutuskan menenangkan pikiran ke kampung halaman, dan ternyata tempat kerja itu malah menawarkan kerjaan di kampung halamanku sendiri, selama project itu juga, aku harus sering mobile kemana-mana, terutama Bengkulu, Jakarta, Jogya dan Bali(perjalananan yang cukup memberi pengetahuan baru, untuk orang kampung seperti aku).
Setelah project itu pindah aku menolak untuk ikut pindah karena beberapa alasan, walau saat itu aku sadar, aku telah melepaskan kesempatan untuk menjadi seorang konsultan analis. Karena merasa bingung harus melakukan apa di rumah setelah berhenti kerja dan pusing juga menghadapi sesuatu dan atas dorongan keluarga besar aku memutuskan menenangkan diri di Kalimantan, melihat suasana baru, atau malah menemukan kehidupan baru, mumpung masih ada waktu, kapan lagi aku melihat Kalimantan. tiba-tiba saat aku menunggu kepastian sebuah pekerjaan, yang sebenarnya sangat aku inginkan, tiba-tiba aku malah dipanggil pulang kembali untuk bekerja di projectku yang lama dan minta kepastian hanya dalam hitungan hari.
Meski bukan posisi yang ditawarkan dulu yang sekarang aku jalani, dan juga bukan gaji yang ditawarkan dulu yang akan aku terima, tapi ada satu niat yang bisa aku pegang, aku kembali ke project ini untuk bisa ikut membantu kampung halamanku sendiri yang telah tertimpa bencana. aku bisa lebih dekat dengan orang-orang yang aku cintai Ayah Bundaku dan sanak sodaraku yang lain.
Kini pekerjaan utamaku adalah accounting, semoga aku bisa menjalani dengan baik... dan apapun kekuranganannya yang kini aku rasakan, cukup bagiku sebagai tanda bahwa hidup selalu harus ada tantantangan.
( dari semua alasan alasanku mobile kemana-mana aku juga punya alasan pribadi, yang tak bisa aku ungkapkan, cukup aku saja yang tahu....)
dr jkt 4:01 PM
ke pdg 4:01 PM
nenangin diri ke kalimantan 4:02 PM
eh balik lg ke pdg 4:02 PM
ini adalah penggalan komentar teman di YM hari ini, aku pikir-pikir iya lucu juga cerita hidupku seperti sebuah lembaran-lembaran yang beberapa bagian di skip dan akhirnya berbeda-beda.( jika begini akan begini, jika begitu akan begini)... aku juga tak menyangka...kisah mobile ku kemana mana akan begini... dulu sewaktu aku resign bekerja dari Jakarta, aku memutuskan menenangkan pikiran ke kampung halaman, dan ternyata tempat kerja itu malah menawarkan kerjaan di kampung halamanku sendiri, selama project itu juga, aku harus sering mobile kemana-mana, terutama Bengkulu, Jakarta, Jogya dan Bali(perjalananan yang cukup memberi pengetahuan baru, untuk orang kampung seperti aku).
Setelah project itu pindah aku menolak untuk ikut pindah karena beberapa alasan, walau saat itu aku sadar, aku telah melepaskan kesempatan untuk menjadi seorang konsultan analis. Karena merasa bingung harus melakukan apa di rumah setelah berhenti kerja dan pusing juga menghadapi sesuatu dan atas dorongan keluarga besar aku memutuskan menenangkan diri di Kalimantan, melihat suasana baru, atau malah menemukan kehidupan baru, mumpung masih ada waktu, kapan lagi aku melihat Kalimantan. tiba-tiba saat aku menunggu kepastian sebuah pekerjaan, yang sebenarnya sangat aku inginkan, tiba-tiba aku malah dipanggil pulang kembali untuk bekerja di projectku yang lama dan minta kepastian hanya dalam hitungan hari.
Meski bukan posisi yang ditawarkan dulu yang sekarang aku jalani, dan juga bukan gaji yang ditawarkan dulu yang akan aku terima, tapi ada satu niat yang bisa aku pegang, aku kembali ke project ini untuk bisa ikut membantu kampung halamanku sendiri yang telah tertimpa bencana. aku bisa lebih dekat dengan orang-orang yang aku cintai Ayah Bundaku dan sanak sodaraku yang lain.
Kini pekerjaan utamaku adalah accounting, semoga aku bisa menjalani dengan baik... dan apapun kekuranganannya yang kini aku rasakan, cukup bagiku sebagai tanda bahwa hidup selalu harus ada tantantangan.
( dari semua alasan alasanku mobile kemana-mana aku juga punya alasan pribadi, yang tak bisa aku ungkapkan, cukup aku saja yang tahu....)
Wednesday, October 21, 2009
Thursday, September 17, 2009
Pinta II
Aku telah meminta
di antara dua kata
dan engkau memilih " tiada"
apalah daya
kehendak hati kupendam saja.....
di antara dua kata
dan engkau memilih " tiada"
apalah daya
kehendak hati kupendam saja.....
Sunday, August 23, 2009
pinta
Ajak aku ke duniamu
atau datanglah ke duniaku
bila perlu lebur duniamu dan duniaku menjadi satu dunia yang baru
hingga resah dan ragu
tak lagi jadi rintihan tertahan
yang sering menyesakkan di gerbang-gerbang kegelisahan
tapi semua hanyalah pinta
di sudimu jua semua menyata ataukah tiada...
Di atas tanah tak berpasak, Aug 2009, 22;51 WITA
atau datanglah ke duniaku
bila perlu lebur duniamu dan duniaku menjadi satu dunia yang baru
hingga resah dan ragu
tak lagi jadi rintihan tertahan
yang sering menyesakkan di gerbang-gerbang kegelisahan
tapi semua hanyalah pinta
di sudimu jua semua menyata ataukah tiada...
Di atas tanah tak berpasak, Aug 2009, 22;51 WITA
Tuesday, August 11, 2009
Hilang
kadang
aku ingin menghilang
agar pedih itu tak lagi membuatku goncang
hingga bimbang itu terbuang
melayang dan terbang
: tapi itu terlarang
hidup
harus kuhadang
jalanku singkat ataukah panjang?
sakit ataukah senang?
gelisah ataukah tenang?
dalam ramai dalam lengang
aku harus sanggup berjuang
aku tak boleh hilang
: hingga maut menjemputku pulang
di atas tanah tak berpasak, AUg 2009
aku ingin menghilang
agar pedih itu tak lagi membuatku goncang
hingga bimbang itu terbuang
melayang dan terbang
: tapi itu terlarang
hidup
harus kuhadang
jalanku singkat ataukah panjang?
sakit ataukah senang?
gelisah ataukah tenang?
dalam ramai dalam lengang
aku harus sanggup berjuang
aku tak boleh hilang
: hingga maut menjemputku pulang
di atas tanah tak berpasak, AUg 2009
Thursday, August 06, 2009
Rembulan
indahnya rembulan
bersinar di langit yang bersih
setelah disapu hujan
diiringi satu bintang kecil
yang berkilau bersemu merah
awan tipispun seolah segan menutupi keindahanya
;;;; ach kawan mari menatap bulan bersamaku;;;;;
:::: benar benar indah...:::::
19:39 WITA...Balikpapan..
bersinar di langit yang bersih
setelah disapu hujan
diiringi satu bintang kecil
yang berkilau bersemu merah
awan tipispun seolah segan menutupi keindahanya
;;;; ach kawan mari menatap bulan bersamaku;;;;;
:::: benar benar indah...:::::
19:39 WITA...Balikpapan..
Subscribe to:
Posts (Atom)